Cara Meningkatkan Conversion Rate Dalam Strategi Marketing

Cara Meningkatkan Conversion Rate – Dalam konteks bisnis, tingkat konversi adalah persentase efektivitas bisnis dalam menarik pengunjung untuk mengambil tindakan.

Cara Meningkatkan Conversion Rate

Tindakan ini dapat berupa belanja, mendaftar, mengirim email, dan tindakan lainnya. Tingkat konversi sangat membantu dalam menilai keberhasilan kampanye pemasaran Internet.

Baca juga: Strategi Bisnis untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis

Bertindak sebagai parameter dalam pemasaran, tingkat conversion rate adalah ukuran yang lebih jelas dan lebih konkret. Oleh karena itu, menghitung conversion rate dalam pemasaran digital adalah kegiatan yang sangat penting.

Cara menghitung conversion rate adalah membagi jumlah konversi pada halaman situs dengan jumlah total pengunjung situs. Hasil pembagian dikalikan dengan 100.

Sekarang berapa tingkat konversi yang ideal? Menurut Wordstream Research, rata-rata tingkat konversi lintas industri adalah 2,35 persen.

Namun, ada yang lebih tinggi. Semakin tinggi conversion rate, semakin tinggi juga tingkat keuntungan. Jadi apa cara yang harus diambil untuk meningkatkan conversion rate? berikut beberapa diantaranya:

Cara Meningkatkan Conversion Rate Marketing

1. Gunakan Call to Action

Cara pertama untuk meningkatkan conversion rate adalah dengan CTA.

CTA atau call to action yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai ajakan untuk bertindak adalah bagian dari halaman web dan dapat berupa teks, gambar, tombol, atau bentuk lainnya.

Baca juga: Cara Memulai Bisnis Online Sendiri dari 0

Dalam hal ini, CTA dalam format teks lebih efektif dan berhasil dalam membuat dampak daripada banner iklan di bagian bawah halaman.

Tanpa CTA, cukup jelas tingkat konversi tidak akan optimal. Karena pengunjung situs tidak secara aktif diarahkan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya mereka lakukan.

Karena alasan ini, frasa CTA yang menarik akan membuka peluang untuk meningkatkan conversion rate yang lebih tinggi.

2. Cara Meningkatkan Conertion Rate dengan Pop-Up

Langkah selanjutnya dalam tingkat konversi adalah menggunakan pop-up yang akan muncul di situs web ketika ada orang yang mengakses atau membuka halaman.

Anda dapat menyesuaikan tampilan pop-up, dari periode penampilan hingga bentuk yang menarik.

Untuk pengujian, Anda dapat menggunakan dua jenis pop-up, lalu mengevaluasi, mana yang menghasilkan respons terbanyak dari pengunjung situs.

Selain menarik, popup yang baik harus mudah dipahami. Karena itu, pengunjung akan mengerti lebih cepat dan kemudian akan mengambil tindakan.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Rumahan yang Sukses

Namun, harap pastikan bahwa kehadiran pop-up tersebut tidak mengganggu kenyamanan menjelajahi situs Anda.

3. Sediakan Customer Services

Terlepas dari kenyataan bahwa semua informasi yang terkait dengan pembelian telah sepenuhnya terdaftar di situs, faktanya pengunjung lebih suka bertanya langsung.

Alasannya adalah bahwa berbicara dengan manusia jelas lebih menyenangkan daripada sekadar bot yang otomatis. Karena itu, pastikan pengunjung dapat dengan mudah mencapai layanan pelanggan Anda.

Melalui saluran ini, peluang pembelian diharapkan lebih besar dari sekadar mempercayai CTA. Salah satu cara termudah untuk mengakses adalah dengan menampilkan tombol chat seperti WhatsApp, ataupun live chat.

4. Cara Meningkatkan Conversion Rate dengan Manfaatkan Artikel potensial

Langkah selanjutnya jika Anda ingin meningkatkan tingkat konversi Anda adalah memanfaatkan artikel-artikel yang potensial untuk meningkatkan convertion rate.

Artikel potensial ini adalah artikel di situs web yang memiliki jumlah kunjungan yang sangat banyak. Meskipun ada banyak pengunjung, artikel ini tampaknya tidak meningkatkan rasio konversi Anda, Mengapa?

Ini mungkin disebabkan oleh kurangnya strategi konten. Anda bisa pasang pop-up agar orang-orang yang membaca artikel tersebut mendapatkan semacam pemberitahuan.

Baca juga: Mengapa Bisnis Anda Membutuhkan Website untuk Berkembang?

Jangan lupa bahwa menambahkan CTA ke artikel akan membuat pengunjung tahu apa yang harus dilakukan setelah mereka selesai membaca.

5. Melakukan Remarketing

Jika pengunjung ke situs tidak melakukan apa pun selama kunjungannya, jangan berkecil hati. Anda masih bisa mendapatkan perhatian mereka dengan pemasaran ulang.

Dengan pemasaran ulang, Anda dapat menampilkan iklan kepada orang-orang yang mengunjungi situs web Anda di situs web lain yang mereka kunjungi berikutnya.

Tujuan pemasaran ulang adalah untuk menjaga keinginan pelanggan untuk membeli. Jadi tingkat konversi adalah parameter yang sangat penting dan dapat ditingkatkan dengan teknik yang berbeda.

Ingat, tingkat konversi situs web yang lebih tinggi berarti kampanye pemasaran onlinenya sukses. Nah apakah Anda berani mencobanya?

Tinggalkan Balasan